بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Friends

Selasa, 15 November 2011

Tafsir mimpi perlu ke??



Semalam bermimpi duduk di tepi laut bersama keluarga, tiba-tiba nampak air laut semakin tinggi dan UI pun berlari untuk selamatkan diri.. yang menghairankan kenapa UI kerap bermimpi air. Lagi satu UI juga kerap bermimpi dapat tangkap ikan yang banyak. Bukanlah terpengaruh sangat dengan mimpi yang dialami, selalunya pada AI sahaja UI ceritakan apa yang dimimpi. Selalu beranggapan mimpi itu mainan tidur, tapi adakala perasaan takut muncul juga.. takutlah jika akan ditimpa bencana banjir. Itu yang membuatkan diri tertanya-tanya. Tapi mengikut tafsir apa yang UI mimpi, alhamdulillah ianya bermaksud yang baik.

Ada satu pengalaman mimpi yang tak dapat dilupakan sewaktu zaman Winter Sonata. Tengok pada heronya yang loving dan caring tu sampaikan sanggup beli full set CD. Nak dijadikan cerita bermimpi berjumpa dengan heronya. Masa tu seronok sangat, macam tak percaya. Siap cerita dengan rakan baik UI yang sama minat dengan cerita tu. Tu lah minat sangat sampai terbawa-bawa dalam mimpi. Tapi yang peliknya kenapa susah sangat bermimpi berjumpa dengan suami sendiri.. walaupun kadang tu teringin sangat, lebih-lebih lagi zaman berjauhan dahulu (outstation)

Apa pun mimpi tetap hanya mimpi, betul tak? realitinya ialah apa yang kita lakukan setiap hari. Mana yang baik, baiklah.. dan sebaliknya. Nak tahu dengan lebih lanjut soal tafsir mimpi sila CLICK SINI

Abu Ali Hamid bin Muhammad bin Abdullah ar-Rafa` memberitahukan kepada kami, dari Muhammad ibnul-Mughirah, dari Makki bin Ibrahim, dari Hisyam bin Hasan, dari Muhammad bin Sirin, dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda, “Jika masa semakin dekat, mimpi seorang muslim nyaris tidak pernah dusta. Muslim yang paling benar mimpinya adalah yang paling jujur perkataannya. Mimpi seorang mukmin merupakan satu bagian dari 46 bagian kenabian. Mimpi ada tiga macam: mimpi yang baik sebagai berita gembira dari Allah ‘azza wa jalla, mimpi seorang muslim yang dialami oleh dirinya sendiri, dan mimpi sedih yang berasal dari setan. Jika salah seorang di antara kamu mengalami mimpi yang tidak disukai, janganlah menceritakannya kepada orang lain, bangunlah, kemudian shalatlah.” (Muttafaq ‘alaih)

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

Terima kasih tinggalkan catatan di sini...